Meski Tanpa Eden Hazard Real Madrid Sukses Raih Kemenangan

Real Madrid sukses raih hasil positif usai mengalahkan tim tuan rumah dengan skor tipis 2-1. Laga yang berlangsung distadion Estadio Mendizorroza, Spanyol, dengan kapasitas menampung 19.900 penonton. Deportivo kala itu harus pasrah ditaklukkan oleh Chelsea dikandang mereka sendiri.

Zinedine Zidane tampak sangat berpuas diri dengan perolehan kemenangan tim asuhannya. Meskipun dirinya sempat khawatir dengan laga kali ini. Dikarenakan beberapa pemainnya sedang mengalami cedera dan sedang dalam proses pemulihan. Melihat kondisi tersebut Zidane mengakui ada sedikit kekhawatiran dalam dirinya kala itu.

Seperti diketahui pemain baru Real Madrid yakni Eden Hazard sedang berada dalam proses pemulihan akibat cedera yang dialaminya. Alhasil pemain satu ini pun dipastikan tidak ikut dalam beberapa laga bersama Real Madrid. Sempat muncul anggapan jika Real Madrid akan sedikit pincang karena kekurangan pemain penting mereka.

Namun anggapan tersebut bisa dipatahkan dengan kemenangan Real Madrid saat melawan Deportivo. Terbukti tanpa adanya Eden Hazard dalam kompisisi pemain kala itu, Real Madrid masih dapat meraih hasil positif. Meskipun diketahui mereka sempat kewalahan dalam menembus pertahanan Deportivo Alaves.

Kedua tim ini diketahui sempat bermain imbang dibabak pertama tanpa adanya gol yang diciptakan kala itu. Namun memasuki babak kedua, masing-masing tim mulai bermain semakin agresif. Karena diset kedua ini merupakan babak penentuan siapa yang bakal keluar sebagai juaranya.

Terbukti dibabak kedua ini hujan gol tak dapat dielakkan lagi bagi kedua tim. Real Madrid terlebih dahulu merubah papan skor menjadi 1-0 dengan keunggulan mereka. Kemudian Deportivo dapat mengejar ketinggalan mereka dan berhasil menyamakan kedudukan kala itu.

Namun sepertinya dewi keberuntungan kala itu lebih menyenangi tim Real Madrid. Real Madrid berhasil merubah skor yang tadinya imbang menjadi 2-1 untuk keunggulan mereka. Hingga peluit panjang dibunyikan Deportivo gagal mencetak gol penyeimbang. Kemenangan pun sukses menjadi milik Real Madrid dalam laga lanjutan Liga Spanyol 2019-2020.

Real Madrid Lolos Ke Liga Champions, Hazard Malah Cedera

Zidane – Eden Hazard

Zidane dan timnya harus berpuas diri setelah mereka dipastikan lolos kualifikasi Grupa A Liga Champions. Meski pada saat laga melawan Atletico Madrid beberapa waktu lalu menuai hasil imbang dengan skor 2-2. Namun dengan berhasil menambahkan jumlah poin mereka sebelumnya, mereka dipastikan lolos ke Liga Champions.

Namun dibalik keberhasilan mereka lolos kebabak 16 besar Liga Champions. Harus ditukar dengan kehilangan salah satu pemain mereka yakni Eden Hazard. Seperti yang sudah diketahui Hazard mengalami cedera saat melawan Atletico Madrid beberapa waktu lalu.

Diketahui Eden Hazard mengeluh sakit pada pergelangan kakinya usai bertabrakan dengan pemain Atletico Madrid. Zidane yang melihat kondisi sang pemain dalam keadaan tidak baik tentu tidak tinggal diam. Zidane langsung menarik keluar Hazard dari lapangan, yang kemudian digantikan oleh Bale.

Langkah yang dilakukan oleh Zidane tersebut guna menghindari cedera sang pemain bertambah buruk. Dan lagi dalam keadaan cedera Eden Hazard juga tidak akan bisa memberikan hasil maksimal kala itu. Setelah menjalani pemeriksaan lebih lanjut oleh tim medis yang menanganinya. Hazard diharuskan untuk istirahat sementara waktu untuk memulihkan kondisinya.

Zidane yang menerima kabar tersebut pun berharap cedera yang dialami Hazard tidak begitu serius. Sehingga memungkinkan Hazard untuk bisa pulih dengan cepat dan kembali bergabung bersama timnya. Eden Hazard sendiri diketahui semenjak bergabung bersama Real Madrid masih belum memberikan hasil yang signifikan.

Melihat hal ini Zidane masih menganggap hal tersebut masih terlalu dini bagi Hazard. Dia menilai kalau Eden Hazard masih memiliki waktu untuk belajar dan kesempatan guna membuktikan kemampuannya.

Liverpool Gagal Raih Kemenangan Beruntun Karena Hasil Imbang

Liverpool gagal raih kemenangan beruntun mereka usai ditahan imbang saat melawan Napoli dengan skor 1-1. Mengingat dalam laga sebelumnya Liverpool selalu meraih hasil positif dengan sukses menaklukkan lawan mereka. Namun dalam laga kali mereka harus dibuat kewalahan oleh tim Napoli.

Napoli diketahui mengawali babak pertama dengan sangat agresif. Dengan terlebih dahulu melancarkan serangan kelini pertahanan Liverpool. Menerima serangan diawal dari Napoli tentu saja membuat pertahanan Liverpool sedikit goyah.

Akibat tidak siap menerima serangan cepat dari Napoli diawal pertandingan. Liverpool harus merelakan skor pertama diraih oleh lawan mereka. Napoli terlebih dahulu mengukir skor pertama mereka dipapan skor dengan unggul 1-0 atas Liverpool.

Tak ingin tertinggal lebih jauh Liverpool berusaha mengejar ketinggalan mereka dari Napoli. Mereka berhasil mengambil alih penguasaan bola dari Napoli. Namun sayangnya pertahanan Napoli kala itu dalam kondisi terbaik mereka, sehingga tak mudah ditembus oleh Liverpool. Alhasil hingga turun minum Liverpool gagal mencetak gol untuk menyamakan kedudukan mereka.

Memasuki babak kedua, masing-masing tim semakin tampil agresif satu sama lain. Kedua tim ini seakan tak ingin memberi celah sedikitpun untuk lawan mereka. Liverpool pun semakin dibuat was-was mengingat mereka belum juga bisa menyamakan kedudukan dibabak kedua tersebut.

Liverpool sadar betul jika pertahanan Napoli kala itu sangat kuat sehingga sulit ditembus. Namun mereka terus melancarkan serangan agresif kelini defense Napoli. Usaha mereka pun akhirnya membuahkan hasil yang cukup baik dengan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Menjelang waktu kritis Liverpool terus berusaha melakukan pressure kepertahanan Napoli. Namun sayangnya usaha mereka belum membuahkan hasil apapun untuk menambah perolehan skor. Alhasil hingga peluit panjang dibunyikan tidak ada gol yang tercipta untuk kedua tim. Pertandingan kala itu pun tak menghasilkan sang juara, mengingat skor kala itu imbang 1-1.

Meski Tampil Imbang Manchester City Tak Kehilangan Apapun

Menjamu tim tamu Shakhtar Donetsk dimarkas sendiri, Manchester City harus rela meraih hasil imbang. Laga yang mempertemukan kedua klub ini berlangsung distadion Etihad, Manchester. Stadion Etihad seyogyanya cukup besar dengan bisa menampung hingga 55.000 orang.

Dalam laga tersebut memang lebih didominasi oleh para supporter dari Manchester City. Tentu saja hal tersebut bisa terjadi lantaran Man City bertindak sebagai tuan rumah dan pemilik stadion. Para pendukung Man City sangat berharap tim andalan mereka bisa meraih kemenangan dalam laga tersebut.

Namun apa mau dikata, Manchester City tidak dapat berbuat banyak dalam laga kali ini. Manchester City tidak tampil dalam performa terbaik mereka saat melawan Shakhtar. Mereka diketahui banyak melakukan miss dibeberapa peluang dalam mencetak gol.

Pertahanan dari tim Shakhtar sendiri juga diketahui sangat kuat dan sulit ditembus. Klub ini juga tampil sangat agresif dan juga memiliki pola serangan yang terukur. Bukan hal mustahil jika Manchester City harus dipaksa meraih skor imbang saat melawan mereka kala itu.

Pihak Manchester City mengklaim, biarpun dalam laga itu mereka mendapatkan hasil minor. Mereka merasa bersyukur tidak mengalami kekalahan, karena mereka berlaga dikandang sendiri. Tentu saja berlaga dikandang sendiri punya poin lebih dan juga pressure tersendiri bagi klub.

Dalam hal ini Manchester City juga tidak kehilangan apapun dalam laga kali ini. Karena mereka tidak mengalami kekalahan ataupun kemenangan. Sehingga mereka tetap melaju kebabak enam belas besar dan memiliki kesempatan untuk tampil lebih baik dalam laga selanjutnya.

Hubungan Tak Harmonis Jadi Pemicu Keretakan Diskuat Arsenal

UNAI EMERY

Klub Sepakbola Arsenal yang berjulukan The Gunners ini sudah berkiprah selama lebih kurang 133 tahun lamanya. Klub yang bermarkas di Holloway, London ini memiliki stadion yang berukuran cukup besar dimana dapat menampung sekitar 60.260 orang.

Arsenal juga merupakan klub sepak bola profesional Inggris, yang sudah menorehkan berbagai macam prestasi serta menghasilkan bibit pesepakbola yang handal. Namun sayangnya seiring berjalan waktu klub ini mengalami penurunan prestasi yang cukup signifikan.

Unai Emery yang saat ini ditunjuk sebagai pelatih dari tim Arsenal. Dikabarkan tengah berselisih paham dengan beberapa pemainnya. Entah karena permasalahan apa yang melatarbelakangi hubungan antara pelatih dengan pemainnya menjadi tidak harmonis.

Namun dikutip dari beberapa sumber yang ada perselisihan itu dipicu karena Emery tak puas dengan kinerja tim asuhannya. Diketahui dalam laga terakhir, Arsenal bisa saja kalah dari Southampton. Beruntung diwaktu kritis Arsenal bisa mendapatkan gol penyeimbang, sehingga mereka terhindar dari kekalahan.

Perkara performa tim asuhannya yang buruk membuat hubungan pelatih dengan beberapa pemainnya tidak harmonis. Unai Emery dinilai beberapa orang terlalu ambisius dan perfectionis. Sehingga beberapa pemain Arsenal merasa tidak nyaman dengan hal tersebut.

Beberapa pemain Arsenal juga dikabarkan berpotensi untuk angkat kaki dari klub bola tersebut. Pasalnya mereka sudah tidak betah dengan kepemimpinan dari pelatih mereka saat ini. Para pemain Arsenal juga diketahui sudah ada yang mengajukan protes kepada para petinggi Arsenal.

Para petinggi Arsenal diharapkan untuk bisa menyelesaikan perkara ini secepatnya. Jika perselisihan antara pelatih dan para pemainnya dibiarkan berlarut-larut. Karena bukan tidak mungkin mereka kedepannya bakal mengalami kehilangan yang besar. Entah itu kehilangan momentum kemenangan mereka ataupun kehilangan beberapa pemain penting mereka.

Torino Harus Takluk Dengan Skor Telak Dikandang Sendiri

Dalam laga lanjutan Liga Italia 2019-2020, dimana Torino sebagai tuan rumah harus menjamu tim tandang Inter Milan kemarkas mereka. Laga yang diselenggarakan distadion Olimpico Granade Torino, Italia itu menjadi saksi kekalahan telak sang tuan rumah.

Stadion yang yang dapat menampung hingga 27.958 orang itu, sejatinya lebih didominasi oleh para pendukung Torino. Tentu saja mereka datang dengan tujuan melihat kemenangan tim kebanggaan mereka. Namun apa daya, tim mereka harus dikandaskan AC Milan dengan skor tanpa balas.

Namun pelatih Torino yakni Walter Mazzari memberikan pembelaannya terkait kekalahan telak timnya. Walter menjelaskan jika cuaca yang kurang bersahabat menjadi salah satu penyebab kekalahan timnya. Sebagaimana diketahui jika pada waktu laga tersebut memang tengah diguyur hujan. Tapi bagaimanapun juga pertandingan tersebut tetap dilangsungkan.

Kedua tim diketahui memang terlihat lebih ekstra hati-hati dengan pergerakan mereka. Meski begitu demi meraih kemenangan kedua tim harus tampil optimal. Inter Milan justru tampil lebih agresif meski harus diguyur hujan waktu itu. Tim ini sadar betul jika bermain dalam kondisi seperti itu. Jelas akan membuat pertahanan dan performa sedikit mengendur.

Alhasil Inter Milan pun sukses mencuri skor pertama mereka dibabak pertama. Hanya berselang beberapa menit saja gol kedua untuk Inter sukses menjadi milik mereka. Torino dibuat gigit jari oleh tim tandang dengan lebih dulu unggul dengan skor 2-0. Meski Torino mencoba untuk mencuri penguasaan bola dari Inter Milan. Namun sayangnya Torino belum mendapatkan peluang emas diakhir babak pertama untuk menyamakan kedudukan.

Memasuki babak kedua Torino berusaha mengejar ketinggalan mereka dari Inter. Kembali menguasai bola secara penuh, Armando Izzo mencoba melakukan hattrick kegawang Inter. Namun sayangnya bola tidak berhasil mengalir tepat kearah jaring Inter karena meleset dari bidikan.

Torino harus pasrah usai gol ketiga berhasil dicetak oleh tim Inter Milan. Inter Milan sukses mempertajam skor mereka jauh meninggalkan Torino. Torino berusaha keras mengejar ketinggalan mereka, namun hingga babak kedua berakhir. Tidak ada gol yang berhasil dicetak oleh Torino, mereka pun harus mendapat tamparan keras karena kalah telak 0-3 atas Inter Milan.

Sheffield United Kandaskan Kemenangan Manchester United

Laga lanjutan Premier 2019-2020 mempertemukan tim tuan rumah Sheffield United dengan tim tandang Man United. Pertandingan yang berlangsung dikandang tuan rumah tepatnya distadion Bramall lane Sheffield. Berlangsung dramatis dimana Man United yang hampir menang berhasil digagalkan Sheffield United dengan skor imbang menjadi 3-3.

Diketahui Sheffield tampil dengan agresif diawal babak pertama. Tim ini terus melancarkan serangan kedalam pertahanan Man United. Usaha Sheffield hampir saja membuahkan hasil jika saja serangan mereka tidak dimentahkan oleh pemain Man United.

Namun Sheffield tidak ingin mengendurkan permainan mereka. Meski sebelumnya sempat gagal namun kerja keras tak pernah mengkhianati hasil. Sheffield akhirnya sukses menjebol gawang Man United melalui pemain mereka yakni John Fleck. Alhasil mereka berhasil mengubah skor menjadi 1-0 atas Man United.

Dewi fortuna tampaknya tengah berpihak pada Sheffield saat itu. Mereka berhasil meraih gol kedua mereka secar beruntun. Kali ini Mousset berhasil menjebol jaring lawan melalui tendangannya. Sukses mempertajam skor mereka jauh meninggalkan Man United dengan skor 2-0.

Sayangnya keberuntungan mereka harus terhenti manakala Man United berhasil berbalik unggul. Tidak tanggung-tanggung tiga gol beruntun berhasil dicetak oleh Man United dalam jarak waktu yang singkat. Gol pertama untuk Man United tercipta dimenit ke-72. Kemudian hanya berselang 5 menit gol kedua kembali diamankan oleh Man United.

Sheffield harus pasrah usai Man United menjebol pertahanan mereka dengan gol ketiga mereka. Alhasil skor malah harus berbalik unggul untuk Man United menjadi 2-3. Tak mau dikalahkan oleh tim tandang dikandang mereka sendiri, Sheffield mengambil alih penguasaan bola.

Berkat penguasaan bola yang dilakukan oleh Sheffield, mereka berhasil menciptakan gol diwaktu kritis. Alhasil skor pun berakhir imbang menjadi 3-3, Manchester United pun terpaksa harus mengubur kemenangan mereka dalam laga kali ini.

PSG Menang Telak Atas Lille Dengan Skor Penuh, Tuchel Senang

THOMAS TUCHEL

PSG menjamu tim tamu Lille distadium Parc des Princes yang berkapasitas 47.929, Sabtu 23 November 2019. Berstatus sebagai tuan rumah PSG berhasil menang atas tim tamu Lille dengan skor penuh 2-0.

Diketahui pada awal babak pertama Lille hampir saja mencetak gol pertama mereka. Sayangnya tendangan yang dilakukan oleh Xeka berhasil dimentahkan oleh kiper PSG. Tapi lagi-lagi PSG harus dibuat kewalahan oleh pemain Lille lainnya. Adalah Reinildo yang berhasil menembus pertahanan PSG. Namun usaha Reinildo ini juga belum membuahkan hasil manis untuk Lille.

Paris Saint Germany akhirnya bisa bernafas lega karena gawang mereka tak berhasil dijebol lawan. Tim asuhan Thomas Tuchel ini tak ingin terus menerus ditekan dengan permaianan lawan mereka. PSG balik meyerang pertahanan Lille dengan sangat agresif. Lille pun harus dibuat kewalahan akibat pressure yang dilakukan PSG.

Usaha PSG dalam menggempur pertahanan Lille pun tak berakhir sia-sia. Menerima umpan yang diberikan oleh Idrissa Gueye, Mauro Icardi berhasil menjebol gawang milik Mike Maignan. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk PSG. Tak berselang lama PSG kembali mencetak gol kedua mereka melalui Angel di Maria.

Berhasil mendominasi babak pertama dengan skor tajam 2-0. PSG tak mau sampai pertahanan mereka kebobolan oleh tim lawan. PSG berusaha mendominasi penguasaan bola dibabak kedua dengan memberikan pressure secara konsisten. Alhasil Lille pun kesulitan untuk menjebol pertahananan PSG. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, tidak ada gol lagi tercipta untuk kedua tim.

Alhasil PSG pun berhasil menang atas tim tamu Lille dengan skor telak 2-0. Thomas Tuchel selaku pelatih dari Paris Saint Germany, ini mengaku senang dengan hasil positif yang diraih tim asuhannya. Dia mengaku jika tim asuhannya tampil dengan gemilang dalam laga kali ini. Tuchel juga berharap hasil positif ini akan bertahan dalam laga selanjutnya.

Raih Kemenangan Bersama Wales, Bale Beri Sinyal Ke Madrid

GARETH BALE

Tampil bersama timnas Wales dalam laga Kualifikasi Piala Eropa 2020, Grup E. Dalam laga tersebut timnas Wales berhadapan dengan tim Hungaria distadium Cardiff City. Tim Nasional Wales berhasil meraih hasil manis, menang atas timnas Hungaria dengan skor 2-0.

Sebagaimana diketahui kalau saat ini Bale memang tengah dipinjamkan ke Wales. Guna memperkuat tim nasional itu dalam menghadapi tim Hungaria. Menariknya disini Gareth Bale seakan tampil tanpa beban, hal tersebut bisa dilihat dari raut wajah sang pemain.

Bale terlihat begitu menikmati setiap momennya dalam laga tersebut bersama timnas Wales. Wales sebenarnya adalah klub yang sudah lama diminati oleh Bale. Karena di Wales sendiri banyak dari teman Bale yang tergabung didalam skuad tersebut.

Faktor kesamaan bahasa juga menjadi salah satu alasan, mengapa Bale begitu meminati klub Wales. Gareth Bale seakan ingin menunjukkan ke Real Madrid disinilah seharusnya dia berada. Inilah klub dimana seharusnya saya bermain dan saya bela.

Hal tersebut juga bisa dipertegas pada saat timnas Wales bersama Bale melakukan selebrasi kemenangannya. Dimana Bale bersama dengan tim nasional Wales mengibarkan bendera yang dinilai kontroversial. Jelas dalam bendera itu memperlihatkan suatu urutan, dimana Madrid berada diurutan paling akhir. Bale pun seperti memberi sinyal ke Real Madrid jika Wales adalah prioritas utamanya.

Memang bukan rahasia lagi jika Bale pernah berselisih dengan klub Madrid, terlebih lagi dengan sang pelatih Zidane. Para supporter Madrid pun diketahui sudah tak menyukai sang pemain berada di Madrid. Tentu dengan kondisi demikian membuat Gareth Bale merasa tidak nyaman lagi bermain diklub tersebut.

Shin Tae-Yong Salah Satu Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

SHIN TAE-YONG

Mengenal lebih jauh sosok calon pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-Yong. Shin Tae-Yong lahir pada 11 Oktober 1970, Yeongdeok, Gyeongbuk, Korea Selatan. Tae-Yong sendiri dulunya juga pernah mencicipi rasanya menjadi seorang gelandang.

Tae-Yong juga pernah membela sejumlah klub seperti Seongnam FC dan Queensland Roar FC. Namun dia juga pernah ikut membela tim nasional Korea Selatan U-17,20 dan 23. Pernah mewakili tim nasional senior Korea Selatan dikancah International.

Shin Tae-Yong bersama rekan tim nasional Korea Selatan lainnya berhasil menang dengan skor tipis atas Israel, pada waktu itu. Namun diketahui setelah beberapa waktu membela timnas Korea Selatan. Dirinya memutuskan untuk gantung sepatu ditahun 1997, akibat cedera menahun yang dialaminya.

Sejumlah prestasi Shin Tae-Yong juga pernah diraihnya setelah tidak lagi menjadi seorang pemain. Selepas dari pensiunnya sebagai gelandang Korea Selatan. Dirinya mencoba menjajal kursi kepelatihan di Seongnam Ilhwa Chunma sementara waktu.

Namun berkat keberhasilannya membawa tim Seongnam Ilhwa menjuarai Liga Champions Asia 2010. Shin Tae-Yong akhirnya diangkat menjadi pelatih permanen Seongnam Ilhwa dari tahun 2010-2012. Lalu kemudian dia juga pernah menjabat sementara sebagai pelatih timnas U-23 ditahun 2014.

Sebelum pada akhirnya menjadi pelatih resmi dari timnas Korea Selatan U-23 dari tahun 2016-2017. Sejauh ini tercatat hasil terbaiknya semenjak menjabat sebagai pelatih Korea Selatan. Adalah pada saat dirinya berhasil mengantarkan timnya menjuarai Piala Dunia 2018.

Kemenangan ini merupakan moment paling bersejarah bagi Korea Selatan. Pasalnya tim negeri ginseng ini berhasil menaklukkan juara bertahan sebelumnya yakni jerman. Berkat sejumlah torehan hasil positif itu, tim nasional Indonesia. Menjadikan Shin Tae-Yong salah satu dari daftar calon pelatih mereka.