PSG Menang Telak Atas Lille Dengan Skor Penuh, Tuchel Senang

PSG menjamu tim tamu Lille distadium Parc des Princes yang berkapasitas 47.929, Sabtu 23 November 2019. Berstatus sebagai tuan rumah PSG berhasil menang atas tim tamu Lille dengan skor penuh 2-0.

Soccer Football – Ligue 1 – Paris St Germain v Angers – Parc des Princes, Paris, France – August 25, 2018 Paris St Germain’s Edinson Cavani celebrates scoring their first goal with Neymar and Kylian Mbappe REUTERS/Christian Hartmann TPX IMAGES OF THE DAY

Diketahui pada awal babak pertama Lille hampir saja mencetak gol pertama mereka. Sayangnya tendangan yang dilakukan oleh Xeka berhasil dimentahkan oleh kiper PSG. Tapi lagi-lagi PSG harus dibuat kewalahan oleh pemain Lille lainnya. Adalah Reinildo yang berhasil menembus pertahanan PSG. Namun usaha Reinildo ini juga belum membuahkan hasil manis untuk Lille.

Paris Saint Germany akhirnya bisa bernafas lega karena gawang mereka tak berhasil dijebol lawan. Tim asuhan Thomas Tuchel ini tak ingin terus menerus ditekan dengan permaianan lawan mereka. PSG balik meyerang pertahanan Lille dengan sangat agresif. Lille pun harus dibuat kewalahan akibat pressure yang dilakukan PSG.

Usaha PSG dalam menggempur pertahanan Lille pun tak berakhir sia-sia. Menerima umpan yang diberikan oleh Idrissa Gueye, Mauro Icardi berhasil menjebol gawang milik Mike Maignan. Skor pun berubah menjadi 1-0 untuk PSG. Tak berselang lama PSG kembali mencetak gol kedua mereka melalui Angel di Maria.

Berhasil mendominasi babak pertama dengan skor tajam 2-0. PSG tak mau sampai pertahanan mereka kebobolan oleh tim lawan. PSG berusaha mendominasi penguasaan bola dibabak kedua dengan memberikan pressure secara konsisten. Alhasil Lille pun kesulitan untuk menjebol pertahananan PSG. Hingga peluit panjang dibunyikan oleh wasit, tidak ada gol lagi tercipta untuk kedua tim.

Alhasil PSG pun berhasil menang atas tim tamu Lille dengan skor telak 2-0. Thomas Tuchel selaku pelatih dari Paris Saint Germany, ini mengaku senang dengan hasil positif yang diraih tim asuhannya. Dia mengaku jika tim asuhannya tampil dengan gemilang dalam laga kali ini. Tuchel juga berharap hasil positif ini akan bertahan dalam laga selanjutnya.

Raih Kemenangan Bersama Wales, Bale Beri Sinyal Ke Madrid

Tampil bersama timnas Wales dalam laga Kualifikasi Piala Eropa 2020, Grup E. Dalam laga tersebut timnas Wales berhadapan dengan tim Hungaria distadium Cardiff City. Tim Nasional Wales berhasil meraih hasil manis, menang atas timnas Hungaria dengan skor 2-0.

Sebagaimana diketahui kalau saat ini Bale memang tengah dipinjamkan ke Wales. Guna memperkuat tim nasional itu dalam menghadapi tim Hungaria. Menariknya disini Gareth Bale seakan tampil tanpa beban, hal tersebut bisa dilihat dari raut wajah sang pemain.

Bale terlihat begitu menikmati setiap momennya dalam laga tersebut bersama timnas Wales. Wales sebenarnya adalah klub yang sudah lama diminati oleh Bale. Karena di Wales sendiri banyak dari teman Bale yang tergabung didalam skuad tersebut.

Faktor kesamaan bahasa juga menjadi salah satu alasan, mengapa Bale begitu meminati klub Wales. Gareth Bale seakan ingin menunjukkan ke Real Madrid disinilah seharusnya dia berada. Inilah klub dimana seharusnya saya bermain dan saya bela.

Hal tersebut juga bisa dipertegas pada saat timnas Wales bersama Bale melakukan selebrasi kemenangannya. Dimana Bale bersama dengan tim nasional Wales mengibarkan bendera yang dinilai kontroversial. Jelas dalam bendera itu memperlihatkan suatu urutan, dimana Madrid berada diurutan paling akhir. Bale pun seperti memberi sinyal ke Real Madrid jika Wales adalah prioritas utamanya.

Memang bukan rahasia lagi jika Bale pernah berselisih dengan klub Madrid, terlebih lagi dengan sang pelatih Zidane. Para supporter Madrid pun diketahui sudah tak menyukai sang pemain berada di Madrid. Tentu dengan kondisi demikian membuat Gareth Bale merasa tidak nyaman lagi bermain diklub tersebut.

Shin Tae-Yong Salah Satu Kandidat Pelatih Timnas Indonesia

Mengenal lebih jauh sosok calon pelatih Tim Nasional Indonesia Shin Tae-Yong. Shin Tae-Yong lahir pada 11 Oktober 1970, Yeongdeok, Gyeongbuk, Korea Selatan. Tae-Yong sendiri dulunya juga pernah mencicipi rasanya menjadi seorang gelandang.

Tae-Yong juga pernah membela sejumlah klub seperti Seongnam FC dan Queensland Roar FC. Namun dia juga pernah ikut membela tim nasional Korea Selatan U-17,20 dan 23. Pernah mewakili tim nasional senior Korea Selatan dikancah International.

Shin Tae-Yong bersama rekan tim nasional Korea Selatan lainnya berhasil menang dengan skor tipis atas Israel, pada waktu itu. Namun diketahui setelah beberapa waktu membela timnas Korea Selatan. Dirinya memutuskan untuk gantung sepatu ditahun 1997, akibat cedera menahun yang dialaminya.

Sejumlah prestasi Shin Tae-Yong juga pernah diraihnya setelah tidak lagi menjadi seorang pemain. Selepas dari pensiunnya sebagai gelandang Korea Selatan. Dirinya mencoba menjajal kursi kepelatihan di Seongnam Ilhwa Chunma sementara waktu.

Namun berkat keberhasilannya membawa tim Seongnam Ilhwa menjuarai Liga Champions Asia 2010. Shin Tae-Yong akhirnya diangkat menjadi pelatih permanen Seongnam Ilhwa dari tahun 2010-2012. Lalu kemudian dia juga pernah menjabat sementara sebagai pelatih timnas U-23 ditahun 2014.

Sebelum pada akhirnya menjadi pelatih resmi dari timnas Korea Selatan U-23 dari tahun 2016-2017. Sejauh ini tercatat hasil terbaiknya semenjak menjabat sebagai pelatih Korea Selatan. Adalah pada saat dirinya berhasil mengantarkan timnya menjuarai Piala Dunia 2018.

Kemenangan ini merupakan moment paling bersejarah bagi Korea Selatan. Pasalnya tim negeri ginseng ini berhasil menaklukkan juara bertahan sebelumnya yakni jerman. Berkat sejumlah torehan hasil positif itu, tim nasional Indonesia. Menjadikan Shin Tae-Yong salah satu dari daftar calon pelatih mereka.

De Ligt Tak Mau Sesali Pilihannya Bergabung Di Juventus

Pemain berusia 20 tahun yakni Matthijs De Ligt sudah tampil sebanyak 12 kali bersama Juventus. Diketahui diawal-awal musim bersama Juve De Ligt tampak belum dapat beradaptasi dengan baik. Hal tersebut terlihat dari hasil minor dari beberapa laganya bersama Juve.

Mendapati dirinya melakukan beberapa kesalahan dilaga awalnya bersama Juve. De Ligt kembali dilanda dilema dengan keputusan yang diambilnya. Pasalnya dia sendiri merasa tidak yakin dengan apa yang sudah menjadi pilihannya saat ini.

Sebelum bergabung dengan Juventus, diketahui kalau De Ligt sempat akan bergabung di klub Barcelona. Menurutnya klub tersebut adalah pilihan terbaik baginya untuk dapat berkembang jauh lebih baik. Memang menurut beberapa pihak De Ligt seharusnya memilih Barcelona sebagai klub barunya.

De Ligt sendiri diketahui juga sempat meyakini akan hal itu. Tapi malah sebaliknya De Ligt justru melabuhkan pilihannya bersama Juventus. Diakui oleh De Ligt pilihannya itu didasari atas keputusannya sendiri. Sesuai dengan keinginan dan pilihan yang sudah ditetapkannya.

Terbukti secara perlahan-lahan De Ligt sudah mulai menunjukkan tajinya bersama Juve. Dia juga sudah mulai bisa beradaptasi dengan baik bersama para pemain Juve lainnya. De Ligt pun ingin menunjukkan keseriusannya untuk tetap bertahan di Juventus.

Tak sampai disitu saja De Ligt yang sebelumnya tidak diperhitungkan untuk tampil. Sekarang justru malah menjadi pilihan utama Juve untuk mengisi pertahanan utama mereka. Segala sesuatu memang butuh proses dan kesabaran tidak ada proses yang ekspress.

Mengawali sesuatu dari yang bukan apa-apa, akan menjadi sesuatu yang besar nantinya. Hal inilah yang bakal dipercaya jika De Ligt suatu saat akan menjadi bek terbaik didunia.

Germany Bakal Tampil Dominan Saat Menjamu Northern Ireland

Penentuan tim yang akan keluar sebagai jawara dalam babak kualifikasi piala Eropa 2020. Bakal ditentukan pada laga lusa mendatang di Stadion Commerzbank. Laga yang mempertemukan Germany vs Northern Ireland ini jadi penentu kemenangan salah satu tim digrup C.

Mendapati posisi sebagai tuan rumah Germany bakal tampil agresif saat berhadapan dengan Northern Ireland. Jika dilihat melalui history permainan antar kedua tim sebelumnya. Memang terlihat Germany selalu unggul dari Northern Ireland disetiap laga mereka.

Berdasarkan catatan record laga Germany sebelumnya mereka berhasil meraih hasil positif. Tercatat pada 14 Oktober 2019 lalu Germany berhasil menang dengan skor 3-0 atas Estonia. Dan laga terakhir beberapa waktu lalu mereka juga berhasil taklukan Belarus dengan skor telak 4-0.

Apabila dilihat dari kali terakhir pertemuan antara Germany dengan Northern Ireland. Germany berhasil menaklukkan Northern Ireland dengan skor penuh 2-0. Bisa dikatakan disetiap pertemuan antar kedua tim ini selalu didominasi oleh Germany.

Bukan tidak mungkin Germany bakal kembali tampil mendominasi game pada laga kali ini. Sang pelatih Joachim Low bakal mempersiapkan timnya secara matang. Guna memperoleh hasil positif nantinya saat menjamu tim tamu. Pelatih berusia 60 tahun ini diperkirakan bakal menyusun strategi dan struktur pemainnya. Guna mengantisipasi pertahanan dan serangan dari lawan mereka nanti.

Joachim Low yakin tim asuhannya bakal tampil meyakinkan dengan terus memberi pressure kepada lawan. Tampil secara agresif dan penuh pressure, bukan tidak mungkin Germany bakal meraih skor penuh lagi.

Cristiano Ronaldo Kesal Dengan Maurizo Sarri Karena Hal Ini

Juventus berhasil merengkuh hasil manis dengan kemenangan mereka atas AC Milan dengan skor 1-0. Pada laga seri A beberapa waktu lalu Paulo Dybala menjadi penentu kemenangan timnya. Namun menariknya disini adalah Paulo Dybala menggantikan siapa pada laga tersebut?

Diketahui kalau Paulo Dybala menggantikan Cristiano Ronaldo atas arahan dari sang pelatih. Sarri memilih untuk menarik keluar sang bintang karena alasan beberapa hal. Salah satu alibi Sarri adalah karena dia melihat Ronaldo tidak dalam kondisi terbaiknya.

Akibat dari pertukaran pemain tersebut Ronaldo terlihat tidak puas dengan keputusan sang pelatih. Hal ini kontras terlihat dari raut wajah sang mega bintang yang tidak senang. Terlihat dari gestur tubuh Ronaldo dan raut wajahnya yang masih bingung. Tampak kesal dan masih tak percaya dengan keputusan dari pelatihnya tersebut.

Menariknya disini Cristiano Ronaldo begitu ditarik keluar dari lapangan. Meski laga belum usai, Ronaldo keluar dari lapangan dan langsung meninggalkan stadium begitu saja. Tentu saja hal ini bisa ditebak mengapa sang bintang melakukan hal tersebut. Hal ini sebagai buntut dari rasa kekesalannya terhadap Maurizio Sarri.

Disisi lain meskipun Cristiano Ronaldo ditarik keluar dari lapangan. Juventus tetap berhasil meraih hasil positif dalam laga seri A tersebut. Bisa dikatakan keputusan sang pelatih dengan memasukkan Dybala adalah hal yang tepat. Terbukti hanya berselang beberapa menit saja Dybala sudah berhasil mencetak gol. Melalui gol tunggal tersebut sekaligus menjadi penutup kemenangan Juventus atas AC Milan.