Arsenal Tetapkan Pilihan Mikel Arteta Sebagai Pelatih Baru

Teka-teki siapa yang bakal direkrut oleh Arsenal untuk mengisi kursi kosong yang ditinggalkan Emery, akhirnya terjawab sudah. Arsenal dikabarkan telah menjatuhkan pilihan mereka ke mantan kapten Arsenal sendiri yakni Mikel Arteta. Kabar tersebut semakin berhembus kencang, manakala Mikel Arteta diberitakan telah melakukan kesepakatan dengan pihak Arsenal.

Alasan dibalik mengapa Arsenal menjatuhkan pilihan ke Mikel Arteta yang saat ini masih berstatus sebagai asisten pelatih Man City. Tidak lain dan tidak bukan karena Arteta sendiri dulunya adalah bagian dari skuad Arsenal. Diketahui pada saat itu Mikel Arteta resmi bergabung dengan Arsenal pada 31 Agustus 2011 yang lalu.

Pria bernama lengkap Mikel Arteta Amatriain ini, memulai karir seniornya bersama Arsenal dari tahun 2011-2016. Sepanjang karir seniornya bersama Arsenal pria yang lahir pada 37 tahun silam itu diketahui cukup berprestasi. Setidaknya bersama Arsenal, Arteta sudah tampil sebanyak 110 kali dengan mengumpulkan total 14 gol.

Dengan pengalaman bermainnya yang cukup lama sebagai salah satu gelandang Arsenal. Mikel Arteta diyakini dapat menularkan pengalaman positifnya tersebut kedalam skuad Arsenal. Pria berkebangsaan Spanyol ini diyakini oleh Arsenal akan mampu membawa perubahan baru bagi klub mereka. Karena semenjak dibawah asuhan Emery, Arsenal sangat merosot tajam dalam hal performanya.

Namun untuk saat sekarang ini Mikel Arteta belum dapat secara resmi memulai kepelatihannya. Dikarenakan pihak Arsenal sendiri harus lebih dahulu menyelesaikan kontrak Mikel Arteta dengan klubnya saat ini yakni Man City. Kesepakatan dengan calon pelatih memang sudah rampung, namun urusan dengan Man City masih dalam tahap pertimbangan.

Diberitakan Mikel Arteta akan datang menyaksikan penampilan skuad Arsenal kala menghadapi Everton. Hal ini dilakukannya sebagai langkah awal untuk melihat kemampuan dari masing-masing pemain.

Menurutnya hal ini penting dilakukan guna mengetahui sejauh mana kapasitas skuad yang nanti akan diasuhnya. Mikel Arteta menganggap ini adalah upaya untuk mengembalikan masa kejayaan Arsenal yang sempat meredup.

Alasan Mengapa Mesut Ozil Harus Ditarik Keluar Dari Lapangan

Bertempat distadion Emirates, Arsenal harus pasrah kalah dikandang mereka sendiri. Laga yang terjadi pada dini hari tersebut berakhir dengan kekalahan telak Arsenal terhadap tim tamu. Manchester City berhasil membungkam tuan rumah Arsenal dengan skor akhir 3-0.

Selain kekalahan telak Arsenal dalam laga tersebut ada hal lain yang turut menjadi sorotan kala itu. Salah satu gelandang serang Arsenal yakni Mesut Ozil harus ditarik keluar dari lapangan. Pasalnya Ozil dinilai tak cukup mampu memberikan kontribusi yang maksimal kala menjamu Man City.
Dibabak pertama Arsenal terus menjadi bulan-bulanan Manchester City yang gencar mencetak gol. Laga baru saja dimulai, Manchester City sudah berhasil mencetak gol pertama mereka dimenit ke-2. Adalah Kevin De Bruyne yang sukses mencetak gol pembuka untuk Man City.

Arsenal sendiri tampak tak bisa berbuat banyak menghadapi serangan dari tim tamu. Karena tak berselang lama Man City kembali sukses mencetak gol kedua mereka. Kali ini giliran pemain Man City yakni Raheem Sterling yang sukses menyumbang gol kedua dimenit ke-15.

Disaat memasuki akhir babak pertama dimana para pemain untuk turun minum. Manchester City kembali mencetak gol ketiga nya dimenit ke-40. Bruyne kembali menjebol gawang Arsenal melalui tendangan tepatnya kearah jaring net milik Arsenal. Hingga akhir babak pertama Arsenal semakin tertinggal jauh dengan skor 0-3 atas keunggulan Man City.

Mengetahui tim asuhannya semakin terpojok dibawah tekanan yang diberikan oleh Man City. Freddie Ljungberg memutuskan untuk menarik keluar Mesut Ozil dibabak kedua. Hal ini dikarenakan sebagai gelandang serang, Ozil dinilai gagal memberikan perlawanan berarti. Buntut dari keputusan tersebut Ozil pun tampak tak dapat menerimanya begitu saja.

Melalui aksi melepas sarung tangan kemudian menendangnya dianggap sebagai bentuk kekesalan pemain berusia 31 tahun ini. Tidak hanya itu Ozil juga mendapat sorakan dari para supporter atas tindakan yang dilakukannya tersebut. Pemain asal Jerman ini dalam tahun terakhir ini dinilai mengalami kemerosotan performa yang signifikan.

Terlepas dari itu, Arsenal gagal menyamakan kedudukan skor dibabak kedua. Kedua tim ini diketahui bermain imbang dibabak kedua dengan tidak ada lagi gol yang tercipta. Laga dini hari itu berakhir dengan kemenangan mutlak Man City atas Arsenal dengan skor 3-0.

Man United Geser Posisi Wolves Dari Ranking 5 Besar Klasemen

Manchester United sukses menambah jumlah poin mereka menjadi total 24 poin usai taklukan lawan sekotanya. Dengan penambahan jumlah poin ini mereka berhasil menggeser posisi Wolves dari kursi nyamannya diperingkat lima besar. Secara otomatis Man United pun sukses duduki kursi lima besar di klasemen sementara Liga Premier 2019-2020.

Laga yang berlangsung dimarkas besar Manchester City tepatnya distadion Etihad dengan kapasitas menampung hingga 55.000 orang. Menjadi saksi kemenangan Man United sebagai tim tandang dengan skor tipis 2-1 atas Man City. Meski tuan rumah Manchester City gagal dalam laga tersebut, tapi mereka masih berada dipuncak 3 besar klasemen sementara dengan total 32 poin.

Dengan kemenangan Manchester United ini tentu saja memberi semangat baru bagi Solskjaer dan timnya. Mengingat mereka dalam beberapa laga sebelumnya tengah mengalami penurunan performa yang cukup drastis. Seperti yang diketahui akibat dari hasil minor dari tim yang diasuhnya, Solskjaer diisukan bakal segera hengkang dari klub tersebut.

Berkat kemenangan mereka atas Man City kali ini dapat memberikan motivasi untuk seluruh tim untuk terus mempertahankan hasil positif ini. Sejatinya Man United tampil dengan sangat dominan dalam laga kali ini. Hal ini bisa terlihat dari awal pertandingan saja mereka sudah berhasil unggul dari tim lawan.

Adalah Marcus Rashford yang berhasil membuka keunggulan timnya dimenit ke-23 dengan mencetak gol pertama untuk Man United. Rashford merupakan pemain andalan dari Solskjaer karena talenta dan kepiawaiannya dalam bermai bola. Disamping itu dalam usia yang masih tergolong muda, Rashford bakal diprediksi menjadi striker andalan Man United dimasa depan.

Kemudian ada Anthony Martial yang hanya berselang enam menit atau tepatnya dimenit ke-29. Dia berhasil mempertajam keunggulan Man United menjadi 2-0 atas Man City. Alhasil Man United berhasil memimpin jalan babak pertama dengan keunggulan mereka. Dikarenakan sang rival gagal menyamakan kedudukan mereka diakhir babak pertama.

Memasuki babak kedua ini kedua tim terlihat bermain sangat agresif satu sama lain. Hingga hampir memasuki babak kedua tim ini masih belum ada yang berhasil mencetak gol. Namun beruntungnya Man City berhasil merubah skor kosong mereka dari Man United. Berkat gol Nicolas Otamendi pada diwaktu kritis pada menit ke-85 dirinya berhasil mencetak satu gol untuk timnya. Meski begitu Man City harus mengakui keunggulan rival sekotanya dengan skor akhir 1-2 atas Man United.

Meski Tampil Imbang Manchester City Tak Kehilangan Apapun

Menjamu tim tamu Shakhtar Donetsk dimarkas sendiri, Manchester City harus rela meraih hasil imbang. Laga yang mempertemukan kedua klub ini berlangsung distadion Etihad, Manchester. Stadion Etihad seyogyanya cukup besar dengan bisa menampung hingga 55.000 orang.

Dalam laga tersebut memang lebih didominasi oleh para supporter dari Manchester City. Tentu saja hal tersebut bisa terjadi lantaran Man City bertindak sebagai tuan rumah dan pemilik stadion. Para pendukung Man City sangat berharap tim andalan mereka bisa meraih kemenangan dalam laga tersebut.

Namun apa mau dikata, Manchester City tidak dapat berbuat banyak dalam laga kali ini. Manchester City tidak tampil dalam performa terbaik mereka saat melawan Shakhtar. Mereka diketahui banyak melakukan miss dibeberapa peluang dalam mencetak gol.

Pertahanan dari tim Shakhtar sendiri juga diketahui sangat kuat dan sulit ditembus. Klub ini juga tampil sangat agresif dan juga memiliki pola serangan yang terukur. Bukan hal mustahil jika Manchester City harus dipaksa meraih skor imbang saat melawan mereka kala itu.

Pihak Manchester City mengklaim, biarpun dalam laga itu mereka mendapatkan hasil minor. Mereka merasa bersyukur tidak mengalami kekalahan, karena mereka berlaga dikandang sendiri. Tentu saja berlaga dikandang sendiri punya poin lebih dan juga pressure tersendiri bagi klub.

Dalam hal ini Manchester City juga tidak kehilangan apapun dalam laga kali ini. Karena mereka tidak mengalami kekalahan ataupun kemenangan. Sehingga mereka tetap melaju kebabak enam belas besar dan memiliki kesempatan untuk tampil lebih baik dalam laga selanjutnya.