Rampung Sudah Tim 16 Besar Lolos Ke Liga Champions 2019/2020

Babak kualifikasi untuk mendapatkan tim yang berhasil lolos ke 16 besar Liga Champions 2019-2020 akhirnya rampung sudah. Masing-masing tim ini sebelumnya diketahui terbagi dalam beberapa fase grup. Dimana hal ini dimaksudkan dengan tujuan untuk melakukan proses seleksi yang adil untuk meloloskan tim yang terbaik.

Berikut adalah nama ke-16 besar tim yang berhasil melaju ke Liga Champions 2019-2020. Diawali dari Grup A yang berhasil keluar sebagai juara grup adalah Paris Saint-Germany dengan perolehan 16 poin. Kemudian diposisi kedua ada Real Madrid yang juga berhasil lolos dengan total 11 poin. Sementara diposisi ke-3 dan ke-4 ada Club Bruges KV dengan poin 3 dan Galatasaray dengan total 2 poin.

Lalu pada klasemen Grup B berhasil meloloskan dua tim juga dengan selisih poin yang cukup jauh. Diposisi puncak ada Bayern Munich yang berhasil lolos babak kualifikasi dengan jumlah 18 poin. Sementara itu diposisi runner up ada Tottenham Hotspur, tim asuhan Mourinho ini raih total 10 poin. Sementara itu dengan selisih poin yang jauh, Olympiakos Piraeus 4 poin dan Crvena Zvezda 3 poin, akhirnya gagal.

Manchester City yang ada dalam klasemen Grup C keluar sebagai juara grup dengan total 14 poin. Selisih 7 poin dengan sang runner up Atlanta yang hanya berhasil mengumpulkan 7 poin saja. Atlanta berhasil lolos dengan hanya selisih 1 poin dari Shakhtar Donetsk dengan 6 poin. Dibawah Shakhtar ada Dinamo Zagreb yang hanya bisa mengumpulkan 5 poin saja.

Kemudian dalam fase Grup D ada Juventus yang berhasil keluar sebagai juara grup dengan total 16 poin. Atletico Madrid hanya bisa mengumpulkan 10 poin saja usai mengalami dua kali kekalahan. Lalu Grup E juga berhasil meloloskan Liverpool diposisi puncak dengan total 13 poin. Kemudian disusul oleh Napoli diposisi kedua yang hanya selisih 1 poin saja dari Liverpool yakni 12 poin.

Bacelona yang termasuk dalam klasemen Grup F melenggang mulus kebabak enam besar dengan total 14 poin. Sementara Borussia Dortmund juga berhasil lolos dengan total 10 poin, sebagai runner up Grup F. Lalu di klasemen Grup G ada tim RB Leipzig yang berhasil masuk 16 besar dengan mengantongi 11 poin diurutan pertama. Olympique Lyonnais menyusul diposisi kedua yang hanya bisa mengumpulkan 8 poin saja.

Klasemen Grup H juga berhasil meloloskan Valencia yang bertengger diposisi puncak dengan total 11 poin. Kemudian diposisi runner up ada tim asuhan Frank Lampard yakni Chelsea yang berhasil mengumpulkan 11 poin. Dimana Chelsea berhasil menggeser Ajax dari posisi runner-up yang hanya berselisih satu poin saja yakni 10 poin.

Ke-16 besar tim yang lolos ini nantinya bakal diundi kembali guna menentukan tim mana yang bakal berlaga satu dengan lainnya. Final Liga Champions 2019-2020 dipastikan bakal menjadi laga akbar tahun ini. Dimana dari ke-16 besar tim ini, hanya akan ada satu tim yang bakal keluar sebagai jawara Liga Champions 2019-2020.

Liverpool Gagal Raih Kemenangan Beruntun Karena Hasil Imbang

Liverpool gagal raih kemenangan beruntun mereka usai ditahan imbang saat melawan Napoli dengan skor 1-1. Mengingat dalam laga sebelumnya Liverpool selalu meraih hasil positif dengan sukses menaklukkan lawan mereka. Namun dalam laga kali mereka harus dibuat kewalahan oleh tim Napoli.

Napoli diketahui mengawali babak pertama dengan sangat agresif. Dengan terlebih dahulu melancarkan serangan kelini pertahanan Liverpool. Menerima serangan diawal dari Napoli tentu saja membuat pertahanan Liverpool sedikit goyah.

Akibat tidak siap menerima serangan cepat dari Napoli diawal pertandingan. Liverpool harus merelakan skor pertama diraih oleh lawan mereka. Napoli terlebih dahulu mengukir skor pertama mereka dipapan skor dengan unggul 1-0 atas Liverpool.

Tak ingin tertinggal lebih jauh Liverpool berusaha mengejar ketinggalan mereka dari Napoli. Mereka berhasil mengambil alih penguasaan bola dari Napoli. Namun sayangnya pertahanan Napoli kala itu dalam kondisi terbaik mereka, sehingga tak mudah ditembus oleh Liverpool. Alhasil hingga turun minum Liverpool gagal mencetak gol untuk menyamakan kedudukan mereka.

Memasuki babak kedua, masing-masing tim semakin tampil agresif satu sama lain. Kedua tim ini seakan tak ingin memberi celah sedikitpun untuk lawan mereka. Liverpool pun semakin dibuat was-was mengingat mereka belum juga bisa menyamakan kedudukan dibabak kedua tersebut.

Liverpool sadar betul jika pertahanan Napoli kala itu sangat kuat sehingga sulit ditembus. Namun mereka terus melancarkan serangan agresif kelini defense Napoli. Usaha mereka pun akhirnya membuahkan hasil yang cukup baik dengan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Menjelang waktu kritis Liverpool terus berusaha melakukan pressure kepertahanan Napoli. Namun sayangnya usaha mereka belum membuahkan hasil apapun untuk menambah perolehan skor. Alhasil hingga peluit panjang dibunyikan tidak ada gol yang tercipta untuk kedua tim. Pertandingan kala itu pun tak menghasilkan sang juara, mengingat skor kala itu imbang 1-1.