Paul Pogba Berniat Kembali Bermain Bersama Mantan Klubnya

Pemain Manchester United Paul Pogba dikabarkan bakal segera hengkang dari klub berjuluk Setan Merah tersebut. Gelandang berusia 26 tahun ini memang sudah sejak lama mengutarakan keinginannya tersebut. Pogba sendiri resmi bergabung dengan Man United pada tahun 2016 lalu, dengan tampil sebanyak 76 kali dengan mencetak 18 gol.

Kepindahan Pogba sendiri dikarenakan dia sendiri sudah merasa tak nyaman bermain diklub berjuluk setan merah tersebut. Pria asal Prancis ini merasa klub tersebut sudah tak bisa memberikan masa depan yang cerah baginya. Keingginan untuk segera hengkang dari klub tersebut, terkendala nilai transfernya yang dipatok oleh Man United sendiri.

Manchester United tahu jika Pogba adalah salah satu gelandang terbaik saat ini. Sehingga mereka pun tak ingin melepas gelandang hebat tersebut begitu saja. Setidaknya setan merah ingin kepergian gelandang mereka tersebut bernilai cukup sepadan. Manchester United sepertinya tak ingin mengulang kesalahan yang sama ditahun 2011-2012 lalu.

Pada tahun 2011-2012 tersebut, Man United diketahui melepas Pogba begitu saja ke Juventus. Namun siapa sangka Pogba kini menjelma menjadi seorang gelandang dengan bakat yang luar biasa. Atas dasar tersebut Man United ingin melepas Pogba dengan harga yang pantas, tentu demi kepentingan klub mereka.

Pogba sendiri melalui agennya berusaha untuk mengatur kedatangannya kembali kemantan klubnya terdahulu. Sebut klub tersebut adalah Juventus, Pogba sebelum bergabung dengan Man United. Pernah bermain bersama klub Juventus dari tahun 2012-2016, prestasi Pogba tergolong sangat baik. Diketahui selama empat tahun menjalin kerja sama dengan Juventus, dia sudah tampil sebanyak 124 kali dengan mencetak total 28 gol.

Tak heran jika Pogba berniat kembali bermain dengan mantan klubnya tersebut. Pasalnya dia ingin kembali mengulang masa kejayaannya dulu, kala bermain dengan Juventus. Kans Pogba untuk kembali ke Juventus disebut-sebut terbuka lebar.

Manakala klub tersebut juga baru-baru ini telah melepas salah satu pemain mereka. Tak hanya itu Cristiano Ronaldo juga yang notabene sebagai bintang klub tersebut, berniat untuk segera hengkang.

Mario Mandzukic Tutup Tahun Dengan Gabung Bersama Klub Qatar

Mario Mandzukic tutup tahun 2019 ini dengan mengakhiri kontrak kerja samanya dengan Juventus. Tim Nyonya tua ini dipastikan pada tahun baru nanti akan ditinggalkan oleh salah satu strikernya. Seperti diketahui jika Mandzukic resmi bergabung dengan Juventus ditahun 2015 dengan mengenakan seragam bernomor 17. Selain itu Mandzukic juga dipercayakan untuk mengisi posisi sebagai seorang striker.

Selama bergabung bersama tim Nyonya tua, Mandzukic dinilai sudah cukup memberikan kontribusi kepada klubnya itu. Tercatat setidaknya selama membela Juventus, pria berusia 33 tahun ini sudah tampil sebanyak 59 kali dengan total 16 gol. Beberapa pihak juga menilai kalau Mandzukic adalah striker dengan kemampuan yang cukup baik.

Kabar kepindahannya ke klub Qatar awal tahun baru ini diakui olehnya memang sudah direncanakan sejak lama. Hal tersebut pun sudah sejak lama disampaikannya kepada pihak Juventus sendiri. Dari Nyonya Tua sendiri pun memang sudah berencana untuk melepas striker mereka tersebut. Pasalnya Mandzukic sendiri memang sudah sejak lama diincar oleh klub Qatar tersebut.

Juventus sendiri bersedia melepas striker mereka itu, lantaran pihak Qatar berani menebus sang pemain dengan harga yang cukup tinggi. Disebut-sebut harga transfer Mandzukic ini mencapai hingga lebih dari Rp80 milyar. Harga tersebut dinilai cukup pantas mengingat Mario Mandzukic saat ini merupakan salah satu striker terbaik didunia saat ini.

Mendapatkan salah satu striker terbaik didunia, adalah satu keuntungan besar bagi klub Qatar. Namun disisi lain Juventus dinilai terlalu mengambil resiko dengan melepas striker terbaik mereka itu. Karena melepas salah satu strikernya itu, lini serang mereka sendiri sudah pasti akan alami perubahan dan tidak akan sekuat seperti biasanya.

Belum lagi desas-desus terkait Cristiano Ronaldo yang diisukan akan turut hengkang dari klub tersebut. Dipastikan akan menambah daftar jumlah pemain Juventus yang bakal hengkang diawal tahun yang baru. Juventus disarankan untuk bisa mempertimbangkan dengan baik dahulu, sebelum memutuskan untuk menjual para pemainnya.

Memang dari hasil penjualan tersebut Juventus mendapatkan profit yang lumayan. Namun bukan tidak mungkin karena hal tersebut bisa jadi bumerang bagi masa depan klub mereka sendiri nantinya.

Juventus Nyaris Saja Menang Atas Udinese Dengan Skor Penuh

Laga yang mempertemukan Juventus dengan Udinese terjadi distadion Allianz, berakhir dengan skor 3-1. Juventus selaku tuan rumah berhasil meraih hasil positif dikandang sendiri usai taklukkan Udinese dengan hasil dramatis.

Juventus tampil dengan penguasaan bola hingga 91 persen disepanjang pertandingannya. Sementara itu sang rival Udinese juga tampil cukup meyakinkan dengan penguasaan bola mencapai 84 persen. Namun untuk segi permainan Juventus jauh lebih unggul bila dibandingkan dengan Udinese.

Hal ini terlihat jelas dalam babak pertama dimana Juventus berhasil mempertajam skor mereka dimenit-menit awal. Sang bintang Cristiano Ronaldo berhasil mencetak gol pertamanya disaat laga baru berjalan 9 menit. Berkat gol pertama dari Ronaldo, Juventus berhasil merubah papan skor menjadi 1-0 atas keunggulan mereka.

Sementara itu Udinese mecoba mempersempit skor dengan melakukan serangan balik kelini pertahanan Juventus. Namun sayangnya usaha mereka belum berhasil karena Ronaldo berhasil mencuri penguasaan bola dari mereka. Kedua tim ini terlibat persaingan yang cukup sengit untuk mencetak gol kegawang lawan mereka masing-masing.

Namun kali ini usaha untuk mencetak gol justru menjadi milik Juventus dimenit ke-37. Gol kedua Juventus ini lagi-lagi berhasil dicetak oleh sang mega bintang Cristiano Ronaldo. Gol kedua ini bisa tercipta berkat kerja sama yang apik antara Ronaldo dengan Higuain. Namun bisa dibilang gol kedua kali ini sebenarnya bisa jadi gol ketiga untuk Juventus. Jika saja gol yang tercipta dimenit ke-21 itu tak dianulir oleh wasit lapangan.

Sang tuan rumah berhasil mempertajam skor dari Udinese dengan skor sementara 2-0 atas keunggulan Juventus. Disisi lain Udinese sendiri mencoba untuk melakukan serangan balik namun usaha mereka belum berbuah manis. Justru Udinese harus gigit jari mana kala Juventus kembali mencetak gol ketiganya. Gol ketiga milik Juventus ini terjadi menjelang akhir babak pertama berkat tendangan mulus dari Leonardo Bonucci.

Udinese semakin terpojok karena harus ketinggalan skor 0-3 atas keunggulan Juventus. Memasuki babak kedua ini Udinese kembali mencoba peruntungan mereka untuk mengerucutkan skor mereka. Namun usaha mereka masih bisa dimentahkan oleh Juventus.

Tuan rumah (Juventus) nyaris saja menang telak atas tim tandang dengan skor akhir 3-0. Namun usaha Juventus untuk meraih poin penuh dalam laga kali ini harus kandas. Usai Udinese berhasil mencetak gol pertama mereka diakhir babak kedua.

Juventus harus rela kecolongan satu poin dari Udinese dengan hasil skor akhir 3-1. Meski demikian mereka (Juventus) berhasil menang dan menambah jumlah poin mereka menjadi total 39 poin.

Juventus Nyaris Saja Ditaklukkan Sassuolo Dikandang Sendiri

Dalam laga lanjutan Liga Italia 2019-2020 Juventus nyaris alami kekalahan dikandang sendiri. Laga yang berlangsung dimarkas besar Juventus tepatnya distadion Allianz. Laga yang mempertemukan Juventus dengan tim tandang yakni Sassuolo berakhir dengan skor imbang.

Setidaknya untuk skor imbang 2-2 memanglah tidak buruk, bila dibandingkan Juventus harus kalah dikandang sendiri. Kalah dikandang sendiri ditambah klub sebesar Juventus dengan beberapa nama pemain besar. Tentu saja jika kalah akan menjadi tamparan keras bagi mereka sendiri.

Maurizio Sarri selaku pelatih Juventus saat laga tersebut menerjunkan pemain terbaiknya sekaligus. Sebut saja seperti Cristiano Ronaldo, Paulo Dybala, sampai Gonzalo Higuain diterjunkan kelapangan saat itu. Tentu saja apa yang dilakukan Sarri jauh berbeda dari komposisi yang sebelumnya dan sangat beresiko.

Hal ini terbukti dengan Juventus hampir saja meraih hasil negatif saat bermain dikandang sendiri. Meski Juventus diketahui sempat unggul dibabak pertama dengan lebih dahulu mencetak gol. Namun Sassuolo berhasil mengejar angka skor mereka hanya berbeda beberapa menit usai gol pertama Juventus.

Alhasil pada babak pertama itu kedua tim bermain imbang dengan skor 1-1. Memasuki babak kedua ini, berbalik tim tandang yang duluan berhasil mencuri poin diawal. Alhasil Juventus pun tertinggal satu poin atas keunggulan Sassuolo dengan skor 2-1. Sassuolo sendiri tak ingin memberi ruang kepada Juventus dalam mencetak gol penyeimbang.

Terbukti Juventus kewalahan dalam menembus pertahanan Sassuolo disaat menjelang waaktu kritis. Karena kesalahan yang dilakukan oleh tim Sassuolo terhadap pemain Juve tepat dititik putih. Wasit pun akhirnya memutuskan untuk menghadiahkan Juve sebuah penalti. Juventus bisa bernafas lega karena hadiah penalti dari wasit berhasil dieksekusi dengan baik oleh Cristiano Ronaldo.

Berkat eksekusi apik yang dilakukan Ronaldo dititik putih, Juventus terbebas dari bayang-bayang kekalahan mereka. Juve harus berpuas diri dengan hasil imbang 2-2, alhasil mereka terhindar dari kekalahan dikandang sendiri.