Nike Akan Gantikan New Balance Sebagai Sponsor Kit Liverpool

NIKE – LIVERPOOL F.C

Seperti diketahui jika Liverpool saat ini tengah menjadi buah bibir dikalangan pencinta sepakbola diseluruh dunia. Pasalnya Liverpool dalam beberapa atau disepanjang laga yang mereka lakoni saat ini, terus menuai hasil positif. Dengan memecahkan rekor kemenangan beruntun tanpa kekalahan disetiap laga tanding yang mereka lakoni.

Tentu pencapaian Liverpool saat ini tak lepas dari kerja keras seluruh tim, dibawah arahan sang manajer/kepala pelatih Jurgen Klopp. Berkat tangan dingin dan penyusunan struktur pemain dan strategi dilapangan, sukses berbuah kemenangan manis bagi tim nya. Hingga saat ini Liverpool masih menjadi klub, dengan perolehan poin tertinggi dengan menduduki puncak klasemen sementara.

Tak heran jika banyak brand-brand ternama yang menaruh minat sebagai pemasok ataupun sponsor bagi klub Liverpool. Baru-baru ini Liverpool sendiri telah mengumumkan pergantian brand sponsor mereka. Sebelumnya New Balance merupakan brand pemasok sekaligus sponsor bagi Liverpool dari tahun 2017 hingga saat ini. Namun dalam beberapa bulan kedepan brand Nike sudah dipastikan bakal menggantikan posisi New Balance sebagai pemasok sekaligus sponsor resmi bagi Liverpool.

Kabar pergantian brand kit Liverpool ini telah dibenarkan dan diumumkan secara resmi oleh pihak klub asal Inggris tersebut. Setidaknya Liverpool dengan New Balance telah menjalin kerja sama yang baik selama 5 tahun terakhir ini. Segala perlengkapan yang dibutuhkan Liverpool mulai dari sepatu, jersey, hingga berbagai macam hal yang dibutuhkan dilapangan lainnya, disediakan dengan baik oleh New Balance.

Berakhirnya kontrak dengan New Balance akan terjadi pada akhir bulan mei mendatang, yang kemudian digantikan Nike diawal bulan juni nantinya. Sebelum dua nama brand ternama diatas, Liverpool juga pernah menjalani kerja sama dengan sejumlah brand terkenal lainnya. Sebut saja ada brand pemasok jersey The Reds seperti Umbro (1973-1985), Adidas (1985-1996), Reebok (1996-2006), kemudian Adidas kembali menjadi penyedia kostum Liverpool kembali (2006-2012).

Kemudian pada tahun 2012-2015 brand Warrior pernah juga dipercaya Liverpool sebagai penyedia kostum mereka. Dan juga beberapa brand yang menjadi sponsor utama Liverpool seperti Hitachi, Crown Paints, Candy, Carlsberg Group, serta Standard Chartered. Beberapa nama brand ternam diatas pernah merasakan kerja sama dengan salah satu klub besar seperti Liverpool.

Liverpool Tak Akan Tampil Maksimal Saat Melawan Everton

JURGEN KLOPP – LIVERPOOL

Pada Minggu, 05-01-2020 malam nanti Liverpool bakal menjamu Everton kemarkas besar mereka distadion Anfield. Menurut kabar yang beredar, menyebutkan Liverpool bakal kembali menurunkan para pemain muda mereka. The Reds julukan dari Liverpool ini menyampaikan jika mereka ingin memberi kesempatan dan pengalaman lebih banyak untuk para pemain muda mereka.

Seperti diketahui pada beberapa waktu lalu pemain muda Liverpool ini mengalami kekalahan telak pada laga sebelumnya. Hal tersebut memang bisa dimaklumi karena pemain muda ini masih kurang dalam hal pengalaman bermain. Tak heran jika Langkah yang diambil oleh Liverpool ini adalah wujud untuk menempah bibit-bibit muda mereka untuk menjadi lebih baik.

Disamping itu Liverpool juga kelihatannya tak memiliki pilihan lain dijadwal mereka yang masih sangat padat. Mau tak mau mereka harus membagi skuad yanga ada menjadi dua tim, agar jadwal yang ada dapat tercover dengan baik. Liverpool juga memastikan kalau beberapa pemain senior mereka tak akan ikut serta dibeberapa laga nantinya.

Jurgen Klopp selaku pelatih dari Liverpool ini juga menyampaikan kalau mereka kehilangan banyak pemain utama diskuad mereka. Sejauh ini mereka berhasil menduduki puncak klasemen sementara, dengan selisih poin yang terpaut jauh dengan klub bola lainnya. Tentu dengan pencapaian tersebut, memang harus dibayar mahal dengan cedera yang dialami oleh beberapa pemain mereka.

Diakui oleh Klopp dirinya tak ingin mengambil resiko dengan tetap memainkan pemain utama mereka. Mungkin ada beberapa pemain mereka yang mengalami cedera ringan dan hanya butuh istirahat untuk beberapa hari. Namun hal tersebut urung dilakukannya karena tak ingin cedera yang ada nantinya malah bertambah buruk.

Disisi lain ada juga pemain utama mereka yang tengah menjalani perawatan intensif akibat cedera yang cukup serius. Karena cedera serius tersebut beberapa pemain dilini utama harus rehat sementara waktu, dalam kurun waktu yang cukup lama, hingga berbulan-bulan lamanya.

Karena itu Klopp memutuskan untuk menurunkan para pemain muda mereka untuk menjamu Everton nantinya. Diakui oleh Klopp bukan karena tak ingin menyepelekan lawan mereka, akan tetapi karena kondisi mereka kini yang tidak memungkinkan. Ditengah jadwal yang padat Liverpool harus bisa berpikir realistis dan bijaksana demi kepentingan klub kedepannya.

Sadio Mane Jadikan Liverpool Sebagai Klub Tak Terkalahkan

SADIO MANE

Menjamu tim tandang Wolves dikandang sendiri, Liverpool sukses keluar sebagai juara dalam laga dini hari tersebut. Mereka berhasil menaklukkan Wolves dengan skor tipis 1-0 tanpa balas. Dengan kemenangan ini Liverpool berhasil menambah jumlah poin mereka menjadi 55 poin, jauh meninggalkan rivalnya Leicester City dengan total 42 poin.

Liverpool semakin mengibarkan sayapnya dipuncak klasemen tanpa ancaman berarti dari klub lainnya. Laga yang berlangsung distadion Anfield, Liverpool, kedua tim terlihat tampil dengan sangat baik. Dua tim ini sama-sama memiliki pertahanan yang kuat, sehingga sulit untuk ditembus satu sama lain.

Namun meski demikian Liverpool lebih unggul dalam hal penguasaan bola yang mencapai 85 persen. Sementara Wolves dengan penguasaan bola sebesar 73 persen, namun sedikit melakukan kesalahan. Disepanjang babak pertama kedua tim ini bermain hampir imbang, dengan melancarkan serangan satu sama lain.

Babak pertama tersebut nyaris saja berakhir imbang tanpa adanya gol untuk kedua tim. Beruntung Liverpool berhasil mencetak gol perdana mereka dimenit-menit kritis kala itu. Adalah Sadio Mane yang berhasil melesatkan bola tepat kedalam gawang Wolves dimenit ke-42. Alhasil Mane berhasil merubah papan skor kacamata menjadi 1-0, dengan keunggulan mereka dibabak pertama.

Memasuki babak kedua, atmosfir persaingan antar kedua tim ini semakin memuncak. Mana kala Wolves sendiri terus melancarkan serangan bertubi kepertahanan Liverpool. Meski Wolves sempat mendapatkan peluang emas untuk mencetak gol dibabak kedua. Sayangnya kesempatan tersebut gagal dieksekusi dengan baik oleh mereka saat itu.

Hal tersebut ternyata juga berlaku bagi Liverpool sendiri, karena hingga akhir babak kedua, tim ini belum dapat menambah perolehan skor. Hingga akhirnya meniupkan peluit panjang, penanda berakhirnya babak kedua kala itu. Berkat gol tunggal dari Sadio Mane, Liverpool berhasil menang dikandang sendiri dengan skor akhir 1-0 atas Wolves.

Firmino Antar Liverpool Raih Kemenangan Telak Atas Leicester

ROBERTO FIRMINO

Liverpool semakin tak tergoyahkan dipuncak klasemen Liga Premier 2019-2020, usai tundukkan Leicester City. Kemenangan telak Liverpool sebagai tim tandang, berakhir dengan skor penuh 4-0 atas tim tuan rumah. Dengan demikian Liverpool semakin mempertajam jarak mereka dari Leicester dengan total 52 poin.

Terpaut poin dengan selisih hingga 13 poin dari Leicester yang jalan ditempat dengan 39 poin. Pertandingan yang digadang-gadang bakal menjadi laga yang sengit antar dua klub ini. Justru malah berakhir sebaliknya, karena Liverpool tampil dengan sangat luar biasa dini hari tadi. Bukan tidak mungkin tahun ini Liverpool bakal keluar sebagai jawara dari ajang bergengsi Liga Premier kali ini.

Sebenarnya jika melihat dari jalannya pertandingan, Leicester mampu mengimbangi perlawanan dari Liverpool. Dari hal penguasaan bola juga dua tim ini diketahui tidak jauh berbeda. Hanya saja dipertengahan babak pertama Liverpool bermain klebih agresif dari sebelumnya. Leicester City sendiri tak mampu mengimbangi serangan beruntun dari lawannya tersebut.

Meski berusaha keras mengimbangi serangan yang datang, Leicester dibuat semakin tak berdaya. Pasalnya Roberto Firmino membuka keunggulan pertama Liverpool dengan mencetak gol perdana dimenit ke-31. Firmino sukses merubah papan skor kacamata menjadi 1-0 dengan keunggulan mereka dibabak pertama.

Mencoba mengejar ketinggalannya, Leicester sempat beberapa kali mendapatkan peluang emas, sayangnya gagal dieksekusi dengan baik. Meski demikian Leicester tampil dengan bermain secara defensif, sehingga Liverpool kesulitan kembali mencetak gol. Hingga memasuki waktu lebih dari paruh waktu babak kedua, dua tim ini diketahui tidak ada yang berhasil mencetak gol.

Menjelang akhir babak kedua, Leicester yang tadinya bermain defensif, berubah strategi dengan melakukan serangan. Namun justru hal ini membuka peluang Liverpool untuk kembali mencetak gol. Liverpool beruntung manakala wasit memberi mereka hadiah penalti dimenit ke-71, usai Fouls yang dilakukan oleh pemain Leicester City. Sang eksekutor James Milner sukses melesatkan tendangan tepat dari sisi kanan gawang, yang tak sanggup dihalau sang kiper Leicester.

Liverpool semakin menggila dengan terus mencetak gol beruntun dengan jarak waktu yang sangat singkat. Roberto Firmino menjadi kunci kemenangan telak Liverpool dengan kembali mencetak gol keduanya dimenit ke-74. Kemudian gol keempat Liverpool dicetak oleh pemain muda Alexander Arnold dimenit ke-78. Liverpool sukses percundangi Leicester dengan berhasil meraih skor penuh 4-0 atas keunggulan mereka.

Jurgen KLopp Optimis Liga Premier 2019/2020 Milik Liverpool

JURGEN KLOPP

Liverpool sejauh ini masih bertengger dipuncak klasemen sementara Liga Premier 2019-2020. Klub ini juga berhasil mencatatkan rekor dengan menghasilkan lima kali kemenangan beruntun. Dalam Liga Premier kali ini terus berjaya dengan berhasil mengumpulkan total 49 poin. Selain itu mereka juga selama menjalani laga tanding, hingga saat ini masih belum alami kekalahan sekali pun.

Klub berjulukan The Reds ini juga semakin jauh meninggalkan klub lainnya dengan selisih skor yang cukup jauh. Diposisi kedua ada Leicester City yang terus mengejar ketertinggalan poin mereka dari Liverpool. Sejauh ini Leicester yang sudah melakoni 18 laga itu sudah mengumpulkan toal 39 poin. Leicester diketahui gagal menambah poin mereka setelah alami satu kali kekalahan, dengan satu kali bermain imbang.

Dengan terpaut selisih poin yang cukup jauh yakni 10 poin, Klopp sangat optimis timnya bakal terus berjaya hingga akhir. Karena itu Klopp sangat berharap tim asuhannya dapat bermain lebih baik dan terus fokus. Klopp juga menghimbau agar tim asuhannya itu tidak lengah sedikitpun, meski saat ini mereka sedang berada dipuncak klasemen.

“Apapun bisa saja terjadi selama pertandingan berlangsung dilapangan hijau, kita tidak akan pernah tahu hal itu” ungkap Klopp. Meski demikian Klopp juga optimis laga melawan Leicester City pada Jumat, 27 Desember 2019, dini hari nanti. Mereka bakal kembali menuai kemenangan distadion King Power Stadium, dengan kembali memperoleh tambahan poin.

Klopp juga meyakini kalau kesempatan mereka untuk mempertajam perolehan poin, semakin terbuka lebar. Pelatih berusia 52 tahun ini juga yakin timnya setidaknya bakal kembali mengantongi 2 hingga 3 poin. Dengan demikian langkah mereka untuk memenangkan Liga Premier 2019-2020 semakin terpampang jelas dihadapan mereka.

Tahun 2019 ini merupakan tahun keemasan bagi skuad Liverpool, karena ditahun ini juga mereka berhasil menyabet sejumlah trofi sampai penghargaan lainnya. Tak heran jika Klopp juga berharap agar tahun baru (2020) nanti, dia dan seluaruh timnya dapat meneruskan hasil positif tersebut.

Liverpool Resmi Perpanjang Kontrak Jurgen Klopp Hingga 2024

JURGEN KLOPP

Liverpool seperti yang sudah diketahui sukses masuk kebabak 16 besar Liga Champions 2019-2020. Usai tim dibawah asuhan Jurgen Klopp ini mengalami kemenangan beruntun mereka disetiap laga yang mereka lakoni. Meskipun Liverpool juga sempat tertahan dengan hasil imbang dalam satu pertandingan. Hal ini tidak mengubah kemenangan mereka sebagai juara grup klasemen Liga Champions 2019-2020.

Tentu saja pencapaian Liverpool saat ini berkat campur tangan seseorang yang tak lain adalah Jurgen Klopp. Pelatih bernama lengkap Jurgen Norbert Klopp ini sukses antarkan tim asuhannya melenggang kebabak 16 besar. Selain itu para petinggi klub sangat puas dengan hasil positif yang didapat secara beruntun itu.

Diketahui sebagai imbas dari hasil positif yang didapat tersebut, Liverpool resmi perpanjang kontrak pelatih berusia 52 tahun itu. Kontrak baru yang ditawarkan oleh Liverpool kepada Klopp ternyata disambut dengan baik sang pelatih. Menurut sumber yang ada Liverpool menawarkan perpanjangan kontrak dengan Klopp hingga tahun 2024 mendatang.

Dengan kontrak baru tersebut sudah bisa dipastikan Klopp bakal tetap menjabat sebagai pelatih resmi Liverpool. Klopp sendiri merasa senang bisa menjadi bagian dari klub terutama bagi tim asuhannya. Pelatih berusia 52 tahun ini juga berharap Liverpool dapat kembali menjuarai Liga Champions 2019-2020.

Jurgen Klopp sendiri merasa cukup yakin dan optimis, kalau dirinya mampu membawa Liverpool sebagai juara Liga Champions kali ini. Tentu saja pernyataan Klopp sendiri dilontarkan bukan tanpa alasan yang jelas. Pasalnya saat ini Liverpool berada diposisi pertama dari total 16 besar klub lainnya dengan mengumpulkan total 46 poin.

Klopp yang resmi bergabung dengan liverpool pada tanggal 08 Oktober 2015 yang lalu. Sejumlah prestasi baik itu dari timnya maupun penghargaan individu pernah dia raih bersama Liverpool. Salah satunya prestasi yang bisa dilihat adalah berhasil pertahankan gelar juara Liga Champions 2018-2019 tahun lalu. Sehingga banyak pihak yang menilai jika Liverpool bakal kembali menjuarai Liga Champions tahun ini.

Rampung Sudah Tim 16 Besar Lolos Ke Liga Champions 2019/2020

Babak kualifikasi untuk mendapatkan tim yang berhasil lolos ke 16 besar Liga Champions 2019-2020 akhirnya rampung sudah. Masing-masing tim ini sebelumnya diketahui terbagi dalam beberapa fase grup. Dimana hal ini dimaksudkan dengan tujuan untuk melakukan proses seleksi yang adil untuk meloloskan tim yang terbaik.

Berikut adalah nama ke-16 besar tim yang berhasil melaju ke Liga Champions 2019-2020. Diawali dari Grup A yang berhasil keluar sebagai juara grup adalah Paris Saint-Germany dengan perolehan 16 poin. Kemudian diposisi kedua ada Real Madrid yang juga berhasil lolos dengan total 11 poin. Sementara diposisi ke-3 dan ke-4 ada Club Bruges KV dengan poin 3 dan Galatasaray dengan total 2 poin.

Lalu pada klasemen Grup B berhasil meloloskan dua tim juga dengan selisih poin yang cukup jauh. Diposisi puncak ada Bayern Munich yang berhasil lolos babak kualifikasi dengan jumlah 18 poin. Sementara itu diposisi runner up ada Tottenham Hotspur, tim asuhan Mourinho ini raih total 10 poin. Sementara itu dengan selisih poin yang jauh, Olympiakos Piraeus 4 poin dan Crvena Zvezda 3 poin, akhirnya gagal.

Manchester City yang ada dalam klasemen Grup C keluar sebagai juara grup dengan total 14 poin. Selisih 7 poin dengan sang runner up Atlanta yang hanya berhasil mengumpulkan 7 poin saja. Atlanta berhasil lolos dengan hanya selisih 1 poin dari Shakhtar Donetsk dengan 6 poin. Dibawah Shakhtar ada Dinamo Zagreb yang hanya bisa mengumpulkan 5 poin saja.

Kemudian dalam fase Grup D ada Juventus yang berhasil keluar sebagai juara grup dengan total 16 poin. Atletico Madrid hanya bisa mengumpulkan 10 poin saja usai mengalami dua kali kekalahan. Lalu Grup E juga berhasil meloloskan Liverpool diposisi puncak dengan total 13 poin. Kemudian disusul oleh Napoli diposisi kedua yang hanya selisih 1 poin saja dari Liverpool yakni 12 poin.

Bacelona yang termasuk dalam klasemen Grup F melenggang mulus kebabak enam besar dengan total 14 poin. Sementara Borussia Dortmund juga berhasil lolos dengan total 10 poin, sebagai runner up Grup F. Lalu di klasemen Grup G ada tim RB Leipzig yang berhasil masuk 16 besar dengan mengantongi 11 poin diurutan pertama. Olympique Lyonnais menyusul diposisi kedua yang hanya bisa mengumpulkan 8 poin saja.

Klasemen Grup H juga berhasil meloloskan Valencia yang bertengger diposisi puncak dengan total 11 poin. Kemudian diposisi runner up ada tim asuhan Frank Lampard yakni Chelsea yang berhasil mengumpulkan 11 poin. Dimana Chelsea berhasil menggeser Ajax dari posisi runner-up yang hanya berselisih satu poin saja yakni 10 poin.

Ke-16 besar tim yang lolos ini nantinya bakal diundi kembali guna menentukan tim mana yang bakal berlaga satu dengan lainnya. Final Liga Champions 2019-2020 dipastikan bakal menjadi laga akbar tahun ini. Dimana dari ke-16 besar tim ini, hanya akan ada satu tim yang bakal keluar sebagai jawara Liga Champions 2019-2020.

Performa Liverpool Semakin Spektakuler Di Liga Ingggris

LIVERPOOL

Berlangsung distadion Anfield dengan kapasitas 53.394 orang, Liverpool semakin berjaya usai taklukkan tim tandang Everton. Berlakon dikandang mereka sendiri Liverpool juga mendapat dukungan penuh dari para fans mereka. Tak tanggung-tanggung Liverpool berhasil unggul dengan skor yang sangat jauh yakni 5-2.

Dengan hasil pertandingan kali ini Liverpool semakin memantapkan diri dengan merajai puncak klasemen dengan total 43 poin. Dengan pencapaian ini tentu saja Liverpool bakal menjadi salah satu klub yang bakal disegani oleh klub lainnya. Pasalnya Liverpool berhasil mempertahankan raihan positif mereka secara beruntun meski sempat ditahan imbang sebelumnya.

Liverpool dalam laga dini hari tadi itu berhasil membuat Everton tak berkutik sama sekali. Tampil dengan penguasaan bola diawal pertandingan Liverpool langsung berhasil mencetak gol pertama mereka. Namun serangan Liverpool tidak berakhir sampai disitu saja, karena beberapa menit kemudian mereka kembali mencetak gol kedua. Liverpool memang memimpin dengan skor 2-0, namun Everton bisa membalas dengan mencetak gol pertama mereka sehingga skor berubah menjadi 2-1.

Kedua tim ini seakan saling mengejar skor mereka satu sama lain. Karena Liverpool kembali mencetak gol ketiganya yang kemudian disusul gol selanjutnya. Hingga Liverpool semakin bergerak menjauh dari Everton dengan skor menjadi 4-2. Namun lagi-lagi Everton berhasil memperkecil jarak skor mereka dengan mencetak gol dimenit terakhir babak pertama. Papan skor pun berubah menjadi 4-2 dengan keunggulan tuan rumah Liverpool.

Memasuki babak kedua Liverpol semakin agresif dengan mencabik-cabik pertahanan Everton. Meski sebelumnya Everton juga sempat berhasil mencuri penguasaan bola dibabak kedua. Sebenarnya Everton sendiri sempat memperkecil ketinggalan skor mereka dari Liverpool menjadi 3-4. Sayangnya peluang emas mereka pada saat berhasil menjebol jaring Liverpool harus dimentahkan wasit lapangan.

Alhasil Everton pun gagal menyamakan kedudukan mereka dibabak kedua. Disisi lain Liverpool semakin berjaya usai menjebol pertahanan Everton. Dengan kembali menambah perolehan skor mereka dipapan skor. Everton pun semakin terpuruk karena semakin jauh tertinggal dengan skor 2-5 atas keunggulan Liverpool.

Everton berusaha mati-matian untuk menyamakan skor mereka yang semakin terperosok jauh. Namun sayangnya mereka hasrus menelan kekecewaan usai wasit meniupkan peluit panjang. Sebagai penanda bahwa laga tersebut telah berakhir dengan kekalahan mereka atas Liverpool dengan skor akhir 2-5.

Dilanda Badai Cedera Liverpool Bakal Tambah Pemain Baru

Liverpool saat ini memang tengah berada dipuncak klasemen sementara dalam Liga Inggris 2019-2020. Namun tim ini sadar betul jika mereka tak akan bisa terus pertahankan raihan hasil poisitif mereka. Mengingat Liverpool kini kehilangan beberapa pemain handal mereka dikarenakan cedera.

Sebut saja beberapa nama pemain Liverpool yang sedang mengalami cedera. Ada nama Naby Keita, Nathaniel Clyne, Alisson Becker dan yang terbaru adalah Fabinho. Fabinho sendiri menambah jumlah daftar pemain Liverpool yang sedang alami cedera.

Fabinho sendiri merupakan pemain yang menjadi andalan Jurgen Klopp disetiap pertandingan mereka. Klopp diketahui selalu menurunkan pemainnya itu disetiap laga penting yang mereka lakoni. Sehingga bisa dibilang Liverpool memang mencapai performa yang apik dimusim ini.

Namun pencapaian mereka itu harus dibayar dengan gugurnya satu persatu pemain mereka karena cedera. Melihat kondisi demikian Liverpool memutuskan untuk mendatangkan beberapa pemain baru untuk memperkuat skuad mereka. The Reds julukan Liverpool ingin terus dapat mempertahankan prestasi positif yang sudah mereka capai saat ini.

Jurgen Klopp selaku manajer dari The Reds, berharap agar beberapa pemain baru nanti dapat mengisi lini yang kosong saat ini. Klopp berharap pemain yang akan didatangkan ini harus sesuai dengan standard yang mereka tetapkan. Pemain yang mereka datangkan nantinya tentunya harus memiliki bakat dan kualitas yang sudah matang.

Beredar kabar jika Liverpool saat ini sudah mengantongi beberapa nama pemain baru mereka. Sebut saja beberapa nama itu adalah Ryan Fraser, Jadon Sancho serta ada juga nama Danny Da Costa. Beberapa nama pemain tersebut kini berada dalam daftar bidikan Liverpool saat ini. Namun bukan tidak mungkin The Reds bakal menambah jumlah daftar nama pemain baru mereka nantinya.

Liverpool Gagal Raih Kemenangan Beruntun Karena Hasil Imbang

Liverpool gagal raih kemenangan beruntun mereka usai ditahan imbang saat melawan Napoli dengan skor 1-1. Mengingat dalam laga sebelumnya Liverpool selalu meraih hasil positif dengan sukses menaklukkan lawan mereka. Namun dalam laga kali mereka harus dibuat kewalahan oleh tim Napoli.

Napoli diketahui mengawali babak pertama dengan sangat agresif. Dengan terlebih dahulu melancarkan serangan kelini pertahanan Liverpool. Menerima serangan diawal dari Napoli tentu saja membuat pertahanan Liverpool sedikit goyah.

Akibat tidak siap menerima serangan cepat dari Napoli diawal pertandingan. Liverpool harus merelakan skor pertama diraih oleh lawan mereka. Napoli terlebih dahulu mengukir skor pertama mereka dipapan skor dengan unggul 1-0 atas Liverpool.

Tak ingin tertinggal lebih jauh Liverpool berusaha mengejar ketinggalan mereka dari Napoli. Mereka berhasil mengambil alih penguasaan bola dari Napoli. Namun sayangnya pertahanan Napoli kala itu dalam kondisi terbaik mereka, sehingga tak mudah ditembus oleh Liverpool. Alhasil hingga turun minum Liverpool gagal mencetak gol untuk menyamakan kedudukan mereka.

Memasuki babak kedua, masing-masing tim semakin tampil agresif satu sama lain. Kedua tim ini seakan tak ingin memberi celah sedikitpun untuk lawan mereka. Liverpool pun semakin dibuat was-was mengingat mereka belum juga bisa menyamakan kedudukan dibabak kedua tersebut.

Liverpool sadar betul jika pertahanan Napoli kala itu sangat kuat sehingga sulit ditembus. Namun mereka terus melancarkan serangan agresif kelini defense Napoli. Usaha mereka pun akhirnya membuahkan hasil yang cukup baik dengan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1.

Menjelang waktu kritis Liverpool terus berusaha melakukan pressure kepertahanan Napoli. Namun sayangnya usaha mereka belum membuahkan hasil apapun untuk menambah perolehan skor. Alhasil hingga peluit panjang dibunyikan tidak ada gol yang tercipta untuk kedua tim. Pertandingan kala itu pun tak menghasilkan sang juara, mengingat skor kala itu imbang 1-1.